Menjalani masa lanjut usia dengan bahagia, sehat mental, dan tetap memiliki peran sosial tidak bisa dirasakan semua orang.
Banyak yang hanya fokus pada tabungan atau persiapan pensiun, padahal kebahagiaan di usia senja juga dipengaruhi lingkungan sosial yang dibangun sejak muda.
>>> Polisi Usut Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel Senilai Rp 35 Miliar
Ashoka Southeast Asia Regional Director sekaligus aktivis pemberdayaan perempuan, Nani Zulminarni, menyatakan ada tiga aspek penting yang memengaruhi kemampuan seseorang menua dengan bahagia.
Membangun fondasi kuat pada ketiga aspek ini sejak dini dapat membantu lansia tetap merasa dihargai, relevan, dan memiliki makna hidup.
Keluarga sebagai Lingkungan Pertama dan Utama
Keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk pengalaman hidup individu sejak lahir hingga usia lanjut. Kualitas hubungan di dalam keluarga memegang kendali besar terhadap kesejahteraan seseorang di masa tua.
"Keluarga itu sebagai ruang pertama dan utama untuk seseorang tumbuh kembang, mulai dari bayi, anak-anak hingga menuju usia lanjut, kehadiran keluarga sangat penting," ungkap Nani dalam talkshow Ageless Festival di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026).
Dukungan emosional dari pasangan, anak, cucu, maupun anggota keluarga lain sangat dibutuhkan lansia untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup.
Hubungan sehat antaranggota keluarga perlu dibangun secara konsisten melalui komunikasi terbuka, saling menghargai, dan keterlibatan dalam aktivitas keluarga.
"Bagaimana di keluarga membangun relasi pada setiap anggotanya, setiap tahapan usianya atau intergenerasinya," ujarnya.
Relasi antargenerasi yang terjaga baik juga berfungsi mengikis kesenjangan antara kelompok usia muda dan tua.
Komunitas Membantu Lansia Tetap Relevan
Keberadaan komunitas memiliki peran besar dalam mewujudkan kehidupan yang lebih bermakna bagi lansia. Lingkungan sosial yang inklusif mampu mendorong kelompok lanjut usia untuk tetap aktif dan merasa dibutuhkan.
"Bagaimana komunitas menempatkan orang-orang tua, masyarakat melihat orang yang menua tadi sebagai orang-orang yang berhak untuk terlibat, mengambil keputusan, dan menjadi bagian dari proses-proses yang terjadi," katanya.