Amerika Serikat dan Iran resmi memperpanjang gencatan senjata yang mulai berlaku pada Kamis (18/06).
Kesepakatan ini bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran internasional yang sangat vital.
>>> Rico Sia Kritik Penghapusan Pariwisata dari Program Prioritas Nasional 2027
Presiden Amerika Serikat Donald Trump meresmikan dokumen tersebut di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 di Prancis.
Trump menyatakan bahwa upaya mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi fokus utama dari langkah militer sebelumnya.
Naskah kesepakatan disusun dalam dua bahasa, Farsi dan Inggris, untuk menghindari ambiguitas. Penandatanganan dari pihak Iran dilakukan oleh Presiden Masoud Pezeshkian.
Menteri Luar Negeri Iran menekankan pentingnya penggunaan bahasa Farsi di samping bahasa Inggris dalam dokumen resmi untuk mencegah perbedaan penafsiran.
>>> Jasad Lansia Membusuk Ditemukan di Rumah Kawasan Serang
Perjanjian bilateral ini mencakup 14 poin utama yang menuntut kepatuhan Iran. Poin-poin tersebut mengatur penghentian operasi militer, penghormatan kedaulatan, serta target negosiasi akhir dalam tenggat 60 hari.
Selain itu, Amerika Serikat diwajibkan menghentikan blokade maritim pelabuhan Iran dalam 30 hari. Iran wajib mengupayakan keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Rencana rekonstruksi ekonomi Iran senilai US$300 miliar akan disusun tanpa membebani keuangan AS.
>>> Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta untuk Musim Depan
Pengawasan uranium oleh Badan Energi Atom Internasional dan pengembalian aset Iran yang dibekukan secara bertahap juga termasuk dalam kesepakatan.