⌂ Beranda News Ibas: Transformasi Transportasi Hijau & Cerdas Harus Berorientasi Amanat Konstitusi

Ibas: Transformasi Transportasi Hijau & Cerdas Harus Berorientasi Amanat Konstitusi

Ibas: Transformasi Transportasi Hijau & Cerdas Harus Berorientasi Amanat Konstitusi
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat berbicara dalam diskusi publik tentang transformasi transportasi hijau dan cerdas
A A Ukuran Teks16px

Pertanyaan penting meliputi perlunya roadmap kendaraan listrik yang terintegrasi, ketepatan sasaran insentif dan subsidi, integrasi data transportasi nasional, penguatan Intelligent Transportation System (ITS), pemanfaatan sensor IoT, hingga penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam manajemen lalu lintas.

>>> Dokter Ungkap Penyebab Gangguan Jantung Pelari Maraton Muda

Pemanfaatan AI dapat membantu meningkatkan efektivitas tata kelola transportasi jika diintegrasikan dengan institusi terkait, mempercepat terwujudnya konsep smart mobility di Indonesia.

Ibas mengingatkan pengalaman pemerintahan sebelumnya yang mengedepankan strategi pembangunan pro-pertumbuhan sekaligus pro-kesejahteraan rakyat, dengan prinsip pro-growth, pro-jobs, pro-poor, dan pro-environment.

Arah pembangunan nasional saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga memiliki semangat sejalan, mewujudkan kedaulatan energi, memperkuat industrialisasi, membangun infrastruktur strategis, serta menghadirkan keadilan ekonomi.

Ibas mengajak seluruh peserta membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan masa depan transportasi Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Pertanyaan kunci yang diajukan adalah apakah Indonesia sudah memiliki arsitektur besar transportasi hijau nasional, bagaimana memastikan transisi kendaraan listrik berjalan adil, dan bagaimana Indonesia dapat menjadi produsen inovasi, bukan sekadar konsumen.

Diskusi publik ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan konkret bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Para narasumber menekankan pentingnya integrasi antara kebijakan, data, kecerdasan buatan, proses, dan sumber daya manusia dalam pembangunan smart nation, dengan transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan.

Pelaku industri dan komunitas menyoroti perlunya kesiapan ekosistem, infrastruktur pengisian daya, smart policy, smart regulation, serta penguatan transportasi publik untuk menekan emisi.

Tantangan biaya investasi kendaraan listrik dan kebutuhan dukungan kebijakan finansial juga menjadi perhatian, begitu pula pentingnya memperkuat industri dalam negeri agar menjadi produsen teknologi.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang hadir menegaskan keberhasilan transportasi hijau dan cerdas tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan listrik atau digitalisasi, tetapi kemampuan membangun ekosistem energi dan transportasi yang terintegrasi, rendah emisi, dan berdaya saing.

Pentingnya percepatan energi terbarukan, hilirisasi nikel dan baterai, kesiapan infrastruktur, pengembangan SDM, serta kepastian hukum dan keberlanjutan regulasi turut ditekankan.

Konsep transportasi cerdas harus memenuhi prinsip hemat, bermanfaat, dan terintegrasi, serta pembahasan regulasi terkait terus berkembang, termasuk dialog dengan komunitas pengemudi ojek online.

Pemerataan pembangunan hingga wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur menjadi catatan penting.

>>> Menteri Hukum Hibahkan Tanah Pribadi untuk Program Sekolah Rakyat Kemensos

Transisi menuju transportasi hijau harus diiringi efisiensi di berbagai sektor lainnya, dan peningkatan daya saing industri transportasi nasional membutuhkan dukungan regulasi serta skema pembiayaan yang kuat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru