Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus membantah tudingan dari Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus mengenai dugaan keterlibatan mantan Presiden Joko Widodo dalam membujuk kader PDIP untuk berpindah partai.
Reaksi ini disampaikan setelah pertemuan di Solo, di mana PSI menegaskan bahwa keputusan berpindah haluan politik merupakan hak asasi setiap warga negara.
>>> Pertamina Patra Niaga Evaluasi Harga BBM Non Subsidi Tiap Bulan
Menurut Bestari, dinamika keanggotaan partai adalah wilayah personal yang tidak seharusnya diintervensi pihak lain.
Ia menilai ironis jika partai besar seperti PDIP tidak memahami prinsip dasar hak politik tersebut.
PSI membuka ruang komunikasi bagi fungsionaris PDIP yang melontarkan tudingan untuk memberikan pemahaman hukum yang tepat mengenai hak politik individu.
>>> Kejagung Periksa Sony Sonjaya Terkait Korupsi Program Makan Bergizi
Sebelumnya, PDIP menyatakan sedang mengawasi pergerakan yang dinilai sistematis untuk melemahkan struktur partai di daerah.
Deddy Sitorus mengklaim adanya upaya pembujukan yang menyasar pengurus hingga kepala daerah disertai tawaran insentif.
>>> Polsek Pinggir Tangkap Empat Pengedar Sabu di Bengkalis dan Siak
Deddy Sitorus menyebut adanya upaya membujuk kader PDIP untuk masuk PSI di berbagai daerah, baik anggota Dewan, kepala daerah, hingga pengurus partai dan kader, dengan tawaran bantuan material.