⌂ Beranda News Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026

Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026

Ketrosden Triasmitra Targetkan Pendapatan Rp1,01 Triliun pada 2026
Proyek kabel laut Ketrosden Triasmitra
A A Ukuran Teks16px

PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menargetkan pendapatan sebesar Rp1,01 triliun pada tahun 2026.

Target ini diumumkan setelah emiten infrastruktur telekomunikasi itu mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun buku 2025.

>>> Dokter Ingatkan Bahaya Hidrasi Tanpa Elektrolit dalam Maraton

Realisasi pendapatan perseroan pada 2025 mencapai Rp750 miliar, tumbuh 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini mendorong laba usaha terkerek 39 persen secara tahunan menjadi Rp263 miliar, sementara laba bersih melesat 63 persen hingga Rp138 miliar.

Pertumbuhan kinerja keuangan tersebut ditopang oleh optimalisasi aset infrastruktur, perluasan basis pelanggan, serta efisiensi operasional.

Manajemen memproyeksikan target 2026 akan dipenuhi melalui penjualan kapasitas jaringan kabel laut dan darat, termasuk monetisasi proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 dan SKKL Median Ring Indonesia (Merindo).

Proyek Kabel Laut Jadi Andalan

Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk, Titus Dondi Patria, dalam Public Expose 2026 di Jakarta pada Kamis (18/6/2026) menyampaikan bahwa penuntasan proyek kabel laut menjadi bukti kompetensi mandiri perusahaan.

"Keberhasilan penyelesaian SKKL Rising 8 merupakan bukti kapabilitas Perseroan dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri," ujarnya.

>>> Pemprov Bangka Belitung Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas Rp56 Miliar

Proyek SKKL Rising 8 segmen Jakarta-Batam sepanjang 1.054 kilometer rampung digelar pada Mei 2026 menggunakan kapal Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari.

Infrastruktur dengan kapasitas desain hingga 400 Tbps ini telah mengantongi komitmen dari lima pelanggan bahkan sebelum beroperasi penuh.

"Komitmen pelanggan yang telah kami peroleh bahkan sebelum proyek beroperasi mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kualitas infrastruktur dan layanan yang kami bangun," kata Titus.

Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan jangkauan jaringan kabel laut demi memperkuat konektivitas data nasional secara berkelanjutan.

"Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan konektivitas nasional melalui pengembangan infrastruktur digital yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah," ujarnya.

Selain mengoptimalkan SKKL Rising 8, perseroan kini mempersiapkan pembangunan SKKL Merindo sepanjang 2.360 kilometer yang ditargetkan mulai digelar pada kuartal ketiga 2027.

>>> Dilema Politik Harga Murah di Tengah Pelemahan Rupiah

Di sisi manajerial, RUPST Tahun Buku 2025 menyetujui pengangkatan Kennedy Simanjuntak sebagai Komisaris Independen menggantikan Nelly Henry, serta Glory Simanjuntak sebagai komisaris baru.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru