PT Jasa Marga (Persero) Tbk meningkatkan program preservasi rutin dan preventif di seluruh ruas jalan tol kelolaannya.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas menjelang libur sekolah.
>>> Persiapan Masa Tua Bahagia: Investasi Kesehatan Mental Sejak Muda
Fokus pemeliharaan meliputi sejumlah jalur utama seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Jakarta-Tangerang (Janger), Cipularang, Padaleunyi, dan JORR.
Penurunan kualitas perkerasan jalan dipengaruhi oleh curah hujan tinggi dan beban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Program Pemeliharaan dan Teknologi Modern
Program pemeliharaan mencakup peningkatan kapasitas gerbang tol, pemasangan Median Concrete Barrier (MCB), renovasi plaza tol, pekerjaan Scrapping, Filling, and Overlay (SFO), serta penambalan permukaan jalan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa program ini memastikan kualitas jalan tetap prima untuk kenyamanan masyarakat.
>>> Pemprov Jateng dan LPSK Jalin Kerja Sama Perlindungan Saksi Korban
Perusahaan juga menerapkan strategi preventif untuk mencegah lubang (pothole) lebih dini. Petugas operasional disiagakan 24 jam dengan target penanganan kerusakan maksimal 2x24 jam sejak teridentifikasi.
Akurasi identifikasi didukung teknologi modern, termasuk kendaraan inspeksi Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 yang memindai keretakan lajur secara presisi.
Data pemindaian diintegrasikan dengan kecerdasan buatan (AI) di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) untuk mempercepat pengambilan keputusan.
>>> Mentan Amran Minta Polisi Kawal Harga TBS Sawit
Mayoritas kegiatan preservasi fisik dijadwalkan pada malam hingga dini hari saat volume kendaraan rendah. Hal ini dilakukan demi menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.