Sejumlah kelompok garis keras di Iran menggelar aksi unjuk rasa di jalanan untuk menentang ketentuan kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).
Mereka menuduh pemerintah telah melakukan pengkhianatan.
>>> Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Dijual, Ada Diskon Bertahap
Gelombang protes ini meluas hingga ke depan kantor Kementerian Luar Negeri di Mashhad dan Lapangan Ibn Sina di Teheran.
Massa demonstran menuntut penghentian negosiasi.
Kekhawatiran utama para pengunjuk rasa adalah perjanjian tersebut dapat mengubah kebijakan luar negeri Iran serta keseimbangan kekuasaan internal.
Para demonstran mendesak pengunduran diri Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang merupakan negosiator kunci dalam kesepakatan tersebut.
Tokoh parlemen Mahmoud Nabavian turut memperkuat penentangan dengan keberatan atas kurangnya kendali Iran di Selat Hormuz dan ketidakjelasan mengenai penarikan militer AS.
>>> Bank Indonesia Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit hingga Akhir 2026
Analisis Pengaruh Kelompok Garis Keras
Analis politik Babak Dorbeiki menilai reaksi keras ini muncul karena negosiasi menciptakan iklim politik yang tidak menguntungkan bagi kelompok yang bergantung pada konfrontasi konstan.
Menurut Dorbeiki, bagi kubu Paydari, isu ini bukan sekadar masalah taktis, melainkan telah menjadi persoalan eksistensial.
Kelompok ini masih memiliki pengaruh di parlemen, media, dan milisi paramiliter, yang dapat mempersulit implementasi perjanjian. Namun, kekuatan mereka dinilai memiliki batas untuk menggagalkan keseluruhan proses.
Sementara itu, analis politik Reza Alijani berpendapat bahwa kelompok garis keras merupakan minoritas yang tidak memiliki pengaruh menentukan di tingkat atas rezim Iran.
Alijani memperkirakan otoritas Iran akan membiarkan protes terbatas ini berlangsung sebelum meredamnya setelah arah kebijakan ditetapkan oleh pimpinan tertinggi.
>>> Apple Berpotensi Naikkan Harga iPhone 18 Pro Hingga Rp5 Juta
Langkah menuju kesepakatan dengan Washington ini dianggap sebagai upaya kelompok tersebut untuk menunjukkan bahwa eksistensi massa mereka masih nyata.