⌂ Beranda News Prabowo Kumpulkan Petinggi Bank BUMN di Istana Merdeka, Ini Arahan Strategisnya

Prabowo Kumpulkan Petinggi Bank BUMN di Istana Merdeka, Ini Arahan Strategisnya

Prabowo Kumpulkan Petinggi Bank BUMN di Istana Merdeka, Ini Arahan Strategisnya
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada petinggi bank BUMN di Istana Merdeka
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung selama empat jam ini bertujuan memberikan arahan strategis terkait penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.

>>> Harga Emas Batangan Pecahan Kecil Turun Serentak pada 19 Juni 2026

Acara tersebut bertepatan dengan pengumuman Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Hadir dalam pertemuan itu Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama BTN Nixon LP.

Napitupulu, serta jajaran komisaris seperti Kartika Wirjoatmodjo dan Didik J Rachbini.

Selain itu, turut hadir pimpinan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagara Nusantara (Danantara).

Pihak BPI Danantara mengklarifikasi bahwa pertemuan ini bukan respons langsung terhadap kebijakan moneter BI.

"Kalau bersamaan nggak dong, ini sudah dijadwalkan," ujar Pandu ketika tiba di Istana Kepresidenan.

Pihak BPI Danantara menjelaskan fokus utama instruksi Presiden kepada seluruh pengurus himpunan bank milik negara (Himbara).

"Perbankan juga diminta tidak semata-mata hanya mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat, dalam bentuk pemberian persamaan kesempatan dari segala lapisan, dari UMKM, komersial, maupun korporasi," ujar Rosan.

Manajemen Danantara menilai kapasitas kapitalisasi pasar gabungan Himbara yang mencapai Rp1.100 triliun harus dioptimalkan untuk menopang program strategis pemerintah secara hati-hati.

Hal ini terutama di tengah pertumbuhan kredit periode 2025-2026 yang stabil di angka 15 persen dan rasio NPL di kisaran 0,9 persen hingga 1,8 persen.

>>> Tim Pengacara Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa

"Nah justru hal-hal itu yang mesti diperbaiki, yang mesti ditingkatkan efisiensinya sehingga walaupun ada kenaikan suku bunga tetapi lending-nya ke masyarakat, kepada dunia usaha terutama UMKM itu tetap bisa terjaga di level yang baik, di level yang sama," jelas Rosan.

Manajemen Danantara menegaskan tidak ada instruksi pembatasan nilai bunga kredit secara spesifik.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru