⌂ Beranda News Kesepakatan Damai Trump dengan Iran Dikecam Senator Republik

Kesepakatan Damai Trump dengan Iran Dikecam Senator Republik

Kesepakatan Damai Trump dengan Iran Dikecam Senator Republik
Gedung Senat AS
A A Ukuran Teks16px

Kesepakatan damai antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Iran menuai kritik pedas dari sejumlah senator Partai Republik pada Jumat (19/6/2026).

Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Prancis pada Rabu (17/6) itu bertujuan mengakhiri perang, membuka kembali Selat Hormuz, dan menstabilkan pasar energi dunia.

>>> LALIGA Gelar End of Season Party Musim 2025/2026 di Jakarta

Namun, para senator Republik khawatir karena kesepakatan ini menawarkan keringanan sanksi, akses pasar minyak, dan prospek dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar tanpa adanya komitmen tegas dari Iran terkait pengayaan uranium maupun rudal balistik.

Kritik dari Senator Bill Cassidy

Senator Bill Cassidy menyebut kesepakatan itu sebagai "kesalahan kebijakan luar negeri terburuk dalam beberapa dekade".

Ia membandingkan situasi sebelum perang ketika Selat Hormuz masih terbuka dan Iran hancur oleh sanksi dengan kondisi saat ini.

"Sebelum perang, selat itu terbuka, Iran dihancurkan oleh sanksi-sanksi dan 13 anggota militer masih hidup.

Sekarang, 13 warga Amerika tewas, keluarga telah membayar miliaran dolar untuk bahan bakar, sanksi akan dicabut, dan bombardir telah berhenti," tulis Cassidy di media sosial X, dikutip dari AFP.

Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat, Roger Wicker, juga menyampaikan kritik. Ia menilai MoU itu "sama sekali tidak sesuai" dengan tujuan awal Trump.

>>> BYD: Penutupan Dealer Jepang Dampak Alami Transisi Elektrifikasi

Wicker secara khusus menyoroti besarnya dana pembangunan ekonomi untuk Iran yang dianggapnya jauh melampaui perjanjian era Barack Obama.

"Dana US$300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran -- meskipun tidak didanai oleh pembayar pajak AS -- akan membuat pembayaran Iran berdasarkan kesepakatan Presiden Obama tahun 2015 terlihat seperti jumlah yang sangat kecil," kata Wicker.

Senator Texas, John Cornyn, menyebut kesepakatan itu "sekadar jeda" dan tidak akan bertahan lama bagi keamanan kawasan.

Sementara itu, Partai Demokrat juga menolak kesepakatan tersebut. Pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menyindir buku Trump 'The Art of the Deal' dalam pidatonya.

"Semua orang yang membeli buku Trump seharusnya meminta pengembalian dana karena apa yang telah dilakukan Trump di Iran adalah 'The Art of the Disaster'," ujar Schumer.

Di sisi lain, Trump membela kebijakannya sebagai langkah praktis untuk mengamankan jalur minyak global di Selat Hormuz.

>>> Joko Widodo Siap Hadiri Sidang Kasus Ijazah Palsu, Bawa Dokumen Asli

Ia menegaskan kesepakatan itu belum final dan siap mengambil tindakan tegas jika negosiasi buntu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru