⌂ Beranda News AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Awal, Target Damai 60 Hari

AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Awal, Target Damai 60 Hari

AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman Awal, Target Damai 60 Hari
Penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran di Swiss
A A Ukuran Teks16px

Pakar politik H.A. Hellyer dari Royal United Services Institute menilai tindakan militer Israel berpotensi merusak seluruh komunikasi diplomatik.

"Petualangan militer Israel merupakan ancaman terbesar terhadap kemajuan diplomatik," ujarnya.

Isu Nuklir dan Selat Hormuz

Isu krusial lain adalah cadangan 400 kilogram uranium diperkaya milik Iran yang mencapai tingkat 60 persen. AS dan Iran sepakat untuk mengencerkan stok tersebut di bawah pengawasan IAEA.

Mantan pejabat pertahanan AS, Darin Selnick, memperkirakan respons militer akan langsung diambil jika Iran melanggar batas pengayaan tingkat senjata.

Selama 60 hari ke depan, kedua pihak diharapkan mempertahankan status quo.

Pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur 20 persen pasokan minyak dunia juga menjadi tantangan. Dokumen menyebutkan selat akan bebas biaya selama 60 hari pertama perdagangan.

Iran berencana mengenakan biaya layanan maritim di masa depan melalui pembicaraan dengan negara Teluk. Langkah ini dipertanyakan karena hukum internasional melarang pungutan tarif lintas selat.

Masalah teknis seperti pembersihan ranjau laut oleh Iran diprediksi memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Perusahaan pelayaran internasional masih akan bersikap sangat hati-hati untuk melintas.

Pengamat mengingatkan bahwa kesepakatan ini masih berupa langkah awal menuju perdamaian jangka panjang. "Pekerjaan berat sesungguhnya baru akan dimulai," kata H.A.

>>> Konsumsi Masyarakat Meningkat, Tapi Tak Selalu Tanda Optimisme Ekonomi

Hellyer.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru