Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, menyebutkan bahwa pemahaman mendalam mengenai dinamika konsumen merupakan pilar utama dalam merancang strategi pemasaran yang efektif.
Menurutnya, keberhasilan komersial suatu produk sangat dipengaruhi oleh kemampuan produsen merespons preferensi publik yang dinamis.
"Karena itu, pelaku IKM perlu memahami perubahan perilaku pasar agar dapat menghasilkan produk yang tepat sasaran," ujar Reni.
Kemenperin memproyeksikan program edukasi ini dapat mendekatkan pelaku IKM dengan target pasar mereka. Dampak jangka panjangnya adalah terciptanya produk lokal bernilai tambah tinggi yang mampu menembus pasar global.
Berdasarkan catatan kementerian, pendampingan komprehensif masih sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha lokal. Fasilitas yang diperlukan mencakup pengembangan model bisnis, teknik pemasaran, hingga perluasan jaringan kemitraan.
Banyak studi bisnis mengindikasikan bahwa kegagalan perintisan usaha sering dipicu oleh minimnya riset terhadap kebutuhan nyata di pasar.
Oleh karena itu, materi workshop dirancang untuk menjawab tantangan tersebut.
Selama pelatihan, peserta menerima pembekalan mengenai identifikasi kebiasaan pelanggan, faktor penentu keputusan pembelian, hingga perumusan nilai tambah produk yang sesuai target pasar.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menegaskan komitmen institusinya untuk menggulirkan program pembinaan ini secara berkelanjutan.
"Memahami perilaku konsumen merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun strategi bisnis yang tepat.
>>> Coca-Cola Semarakkan Piala Dunia 2026 dengan Berbagai Aktivasi di Indonesia
BPIFK berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku industri kreatif untuk meningkatkan kapasitasnya, mulai dari pengembangan produk hingga penyusunan strategi pemasaran yang sesuai kebutuhan pasar," ujar Dickie.
