⌂ Beranda News MSCI Soroti Hambatan Struktural Pasar Modal Indonesia, Penilaian Information Flow Menurun

MSCI Soroti Hambatan Struktural Pasar Modal Indonesia, Penilaian Information Flow Menurun

MSCI Soroti Hambatan Struktural Pasar Modal Indonesia, Penilaian Information Flow Menurun
Gedung Bursa Efek Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Dalam menghadapi situasi pasar saat ini, Budi Frensidy menyarankan pelaku pasar untuk mengutamakan manajemen risiko yang terukur, menjaga diversifikasi, mempertahankan likuiditas memadai, dan melakukan akumulasi bertahap secara selektif pada saham.

Pengamat pasar modal lainnya, Reydi Octa, menyoroti koreksi transparansi kepemilikan sebagai perhatian utama yang harus segera diselesaikan regulator.

Ia menyarankan SRO merespons dengan perbaikan disclosure, transparansi UBO, free float, dan pengawasan transaksi tidak wajar.

Reydi memproyeksikan pergerakan indeks saham ke depan masih akan mengalami volatilitas tinggi.

Investor disarankan menghindari saham yang naik hanya karena sentimen teknikal tetapi memiliki free float, likuiditas, dan transparansi yang lemah.

Arus keluar modal asing sejak awal tahun juga dikaitkan dengan penyesuaian bobot indeks global terhadap emiten dalam negeri.

Wawan Hendrayana, Direktur Infovesta Utama, mengaitkannya dengan kondisi fundamental Indonesia seperti tekanan fiskal dan kurs, serta kekhawatiran atas arah kebijakan pemerintah.

Pemulihan pasar dinilai masih mungkin terjadi jika variabel beban makroekonomi mereda, terutama karena tekanan jualan oleh passive fund seharusnya sudah mereda jika Indonesia masih berada di Emerging Market.

Harry Su, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, membagi proyeksi pergerakan indeks ke dalam tiga skenario berbeda berdasarkan tingkat risikonya.

Ia menyarankan investor untuk lebih fokus pada selektivitas, terutama pada likuiditas, kualitas tata kelola, dan eksposur asing masing-masing emiten.

>>> Paraguay Tekuk Turkiye, Jaga Peluang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Akumulasi selektif disarankan diarahkan pada sektor fundamental yang memiliki daya tarik kuat bagi aliran dana internasional, seperti perbankan besar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru