Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyambut baik komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mentransformasi kebijakan olahraga nasional.
Kebijakan baru itu mencakup penganggaran multiyear untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) serta program pembinaan atlet sejak usia dini.
>>> Yan Diomande Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Liverpool dan PSG Berebut
Langkah strategis ini merupakan hasil kesepakatan antara Presiden Prabowo dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kebijakan tersebut sebagai kabar baik yang telah lama dinantikan.
"Bagi kami di PASI, ini adalah kabar baik yang telah lama dinantikan.
Kebijakan ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun dengan pendekatan jangka pendek," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).
>>> Arda Guler Gagal Cetak Gol, Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Ia menambahkan bahwa perjalanan seorang atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di level dunia membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Penjaringan Bakat Sejak Usia Dini
Luhut menilai rencana penjaringan bakat dari tingkat SD hingga SMA sangat sejalan dengan arah regenerasi yang direncanakan PB PASI.
Pencarian potensi sejak usia 8 hingga 10 tahun dipandang sebagai fondasi utama untuk mencetak atlet berprestasi internasional yang tangguh.
>>> Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi untuk Libur Sekolah dan Nataru
PB PASI siap mengintegrasikan program pembinaan internal mereka, termasuk pusat pelatihan desentralisasi di Papua, dengan program Akademi Olahraga baru tersebut.
