Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengemukakan bahwa ketentuan nilai batasan DMO sebesar 70 dolar AS per ton belum pernah mengalami penyesuaian sekalipun sejak delapan tahun lalu.
Menurut analisis Gita, durasi waktu yang hampir berjalan delapan tahun tersebut telah mengubah peta struktur pembiayaan pada industri hulu tambang secara drastis.
Pergeseran biaya operasional tersebut mencakup pengeluaran untuk bahan bakar mesin, pengadaan alat berat, upah tenaga kerja, aspek logistik, hingga tanggung jawab pemulihan lingkungan.
"Dalam penentuan harga DMO, menurut kami ada beberapa faktor yang perlu dilihat biaya produksi aktual.
Karakter batubara untuk kelistrikan yang berbeda dengan batubara kalori tinggi yang biasa menjadi acuan pasar, selisih dengan harga pasar agar tidak terlalu lebar dalam jangka panjang, serta keberlanjutan usaha tambang itu sendiri," kata Gita kepada Kontan.
co. id, Jumat (19/6/2026).
Pihak APBI memberikan pandangan bahwa penetapan regulasi harga DMO sebaiknya tidak dikunci dalam skema flat untuk jangka waktu yang terlampau lama.
Gita menaruh harapan agar pihak pengambil kebijakan menerapkan formula penyesuaian tarif secara periodik di masa mendatang.
Satu di antara alternatif solusi yang ditawarkan adalah mengaitkan pergerakan harga DMO dengan persentase tertentu dari angka Harga Batubara Acuan (HBA).
"Dengan begitu, PLN tetap mendapatkan harga khusus untuk ketahanan listrik nasional, tetapi harganya juga tidak tertinggal terlalu jauh dari perkembangan biaya dan pasar," imbuh Gita.
Tekanan Biaya Operasional Menggerus Keuntungan Penambang
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy Hartono memberikan catatan teknis mengenai ketidaksesuaian acuan riil di lapangan.
Sudirman menyebutkan batasan 70 dolar AS per ton sejatinya merupakan nilai referensi untuk jenis komoditas kalori tinggi sebesar 6.322 GAR.
Kenyataannya, pasokan yang diserap untuk keperluan pembangkit milik PLN mayoritas menggunakan komoditas kalori medium dengan spek 4.200 hingga 5.000 GAR.
Jika dikonversikan dengan regulasi berjalan, nilai jual batu bara dengan tingkat kalori medium tersebut berada pada rentang 35 dolar AS sampai 38 dolar AS per ton.