⌂ Beranda News Disinformasi di Era AI: Tantangan Global yang Semakin Kompleks

Disinformasi di Era AI: Tantangan Global yang Semakin Kompleks

Disinformasi di Era AI: Tantangan Global yang Semakin Kompleks
Ilustrasi ancaman disinformasi di era kecerdasan buatan
A A Ukuran Teks16px

Ancaman disinformasi di era kecerdasan buatan (AI) semakin menjadi perhatian serius. Teknologi AI memungkinkan produksi dan distribusi konten manipulatif secara cepat, masif, dan sulit dikenali.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Molly Prabawaty, mengatakan perkembangan AI membawa tantangan baru dalam menjaga integritas informasi di ruang digital.

>>> Ai Ogura Rebut Pole Position MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno

Ia menekankan perlunya respons yang lebih komprehensif dan kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah terus memperkuat langkah menghadapi tantangan tersebut.

Upaya yang dilakukan meliputi penyusunan pedoman etika AI, pengembangan sistem pemantauan konten digital, penguatan kerangka regulasi, dan peningkatan kerja sama dengan platform digital.

Disinformasi sebagai Tantangan Global

Deputy Head of FCDO British Embassy Jakarta Matthew Perrement menilai disinformasi telah menjadi tantangan global yang semakin kompleks.

Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya berfokus pada konten menyesatkan, tetapi juga perlu memahami jaringan, aktor, dan mekanisme penyebaran informasi manipulatif.

Ia menekankan kombinasi berbagai pendekatan, mulai dari pemanfaatan teknologi, penguatan instrumen hukum, pendidikan publik, hingga dukungan terhadap jurnalisme berkualitas.

Semua langkah harus tetap menjaga prinsip keterbukaan informasi, kebebasan berekspresi, dan nilai-nilai demokrasi.

Ketua Umum Mastel, Sarwoto Atmosutarno, mengatakan disinformasi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Penguatan ketahanan informasi membutuhkan kolaborasi pemerintah, media, platform digital, akademisi, masyarakat sipil, dan masyarakat luas.

Salah satu keluaran penting Program PIMHIE adalah Policy Paper yang dihasilkan melalui proses kolaboratif. Dokumen tersebut diharapkan menjadi kontribusi bagi penguatan ketahanan informasi di Indonesia.

Menurunnya Kepercayaan Publik

Country Director BBC Media Action Indonesia and Pacific Rachael McGuin menyoroti menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai sumber informasi.

Melalui Program PIMHIE, BBC Media Action bersama mitra berupaya memperkuat media independen, mendorong jurnalisme berkualitas, dan meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi misinformasi dan disinformasi.

Isu tersebut menjadi sorotan dalam PIMHIE International Learning Showcase bertajuk "Building Healthy Information Environments: Collaborative Responses to Disinformation in the Digital Age".

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru