⌂ Beranda News Disinformasi di Era AI: Tantangan Global yang Semakin Kompleks

Disinformasi di Era AI: Tantangan Global yang Semakin Kompleks

Disinformasi di Era AI: Tantangan Global yang Semakin Kompleks
Ilustrasi ancaman disinformasi di era kecerdasan buatan
A A Ukuran Teks16px

Acara ini diselenggarakan Mastel bersama BBC Media Action di Jakarta, Kamis (18/6).

>>> Timnas Iran Protes Aturan Ketat Piala Dunia 2026, Ancang Laporkan ke FIFA

Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari Indonesia dan ASEAN, termasuk pemerintah, media, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga internasional.

BBC Media Action juga memaparkan hasil penelitian terbaru mengenai ekosistem informasi di Indonesia.

Hasil riset menunjukkan media arus utama masih menjadi sumber informasi yang paling dipercaya publik.

Sebanyak 71% responden menyatakan percaya kepada media yang telah mapan, sementara tingkat kepercayaan terhadap sumber berita berbasis influencer hanya 32%.

Penelitian juga menemukan kelompok masyarakat yang aktif menggunakan platform digital namun rentan terpapar misinformasi dan disinformasi.

Temuan ini menunjukkan pentingnya strategi literasi digital yang lebih spesifik sesuai karakteristik masing-masing kelompok.

Dari sisi industri media, mayoritas jurnalis Indonesia menilai AI dapat meningkatkan efisiensi kerja jurnalistik.

Namun mereka juga mengkhawatirkan dampak terhadap kualitas jurnalisme, lapangan pekerjaan, dan potensi penyebaran informasi menyesatkan jika tidak diatur melalui pedoman yang jelas.

Neil R. Tobing mempresentasikan dokumen kebijakan "Indonesia's National Roadmap on Addressing Disinformation".

Roadmap tersebut memandang disinformasi sebagai risiko sistemik yang memengaruhi kohesi sosial, kepercayaan publik, stabilitas demokrasi, dan ketahanan nasional.

Dokumen itu mengusulkan lima pilar utama penguatan ketahanan informasi nasional: literasi digital, jaringan cek fakta, jurnalisme berkualitas, tata kelola platform digital, serta penelitian dan inovasi.

Semua didukung prinsip kolaborasi multipemangku kepentingan, akuntabilitas platform, penghormatan HAM, kebebasan berekspresi, dan kebijakan berbasis bukti.

Melalui forum ini, Mastel dan BBC Media Action berharap pembelajaran dari Program PIMHIE dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan dan penguatan kolaborasi nasional maupun regional.

>>> MotoGP Mandalika 2025 Sumbang Dampak Ekonomi Rp4,96 Triliun

Tujuannya membangun lingkungan informasi yang sehat, terpercaya, dan tangguh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru