Hal ini terjadi sebagai imbas ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan volatilitas.
Secara teknikal, pergerakan Bitcoin saat ini berada pada rentang penting antara US$ 64.000 hingga US$ 66.000.
Jika mampu melewati zona tersebut, terbuka peluang pemulihan menuju target resistensi di kisaran US$ 74.000 hingga US$ 76.000.
Sebaliknya, jika terjadi penolakan di area tersebut, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang terbatas antara US$ 60.000 sampai US$ 65.000.
Beberapa indikator teknikal memperlihatkan upaya pembentukan landasan harga di sekitar US$ 60.000.
Kondisi ini didukung peningkatan likuiditas beli pada order book spot yang menandakan kesiapan sebagian pelaku pasar menyerap tekanan jual di level bawah.
Namun, investor tetap diimbau disiplin mengelola risiko karena pasar masih sensitif terhadap isu geopolitik dan arus likuidasi.
"Volatilitas dalam beberapa hari ke depan kemungkinan masih tinggi. Investor sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena harga terlihat murah.
>>> Pemprov DKI Tertibkan Kabel Semrawut Usai Siswi SMAN 6 Tewas
Manajemen risiko, penggunaan leverage konservatif, dan pemantauan level support utama menjadi sangat penting," pungkas Fyqieh.