Pelatih timnas Uruguay, Marcelo Bielsa, melontarkan kritik tajam terhadap regulasi jeda minum yang diterapkan pada Piala Dunia 2026.
Menurutnya, aturan baru tersebut tidak memberikan kontribusi positif bagi sepak bola dan justru merusak esensi asli pertandingan.
>>> Presiden Bolivia Deklarasikan Status Darurat Nasional Hadapi Demonstrasi
FIFA menetapkan kebijakan istirahat minum selama tiga menit pada masing-masing babak di turnamen kali ini.
Langkah itu diambil untuk merespons cuaca panas ekstrem di beberapa kota penyelenggara di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Waktu rehat diberikan pada pertengahan babak agar pemain bisa mengonsumsi cairan demi menjaga kebugaran fisik.
Namun, aturan ini memicu perdebatan karena dianggap memecah laga menjadi empat bagian dan memperluas ruang bagi penayangan iklan komersial.
Bielsa menjadi salah satu figur yang menentang kebijakan itu. Ia menilai jeda tersebut mengubah cara menikmati dan memainkan sepak bola.
"Memainkan pertandingan empat kali, bukan dua kali, mengubah konsep yang selama ini dibangun secara budaya untuk memahami sepak bola," ujar Bielsa kepada wartawan, dikutip dari Reuters, Minggu (21/6/2026).
Bagi pelatih asal Argentina itu, daya tarik utama sepak bola terletak pada sifat alaminya yang menyajikan ritme permainan mengalir tanpa banyak interupsi.
Ia berpendapat bahwa inovasi seperti teknologi VAR masih bisa diterima demi akurasi keputusan, berbeda dengan jeda minum yang memengaruhi pengalaman menonton.
"Perubahan budaya ini tidak memberikan nilai tambah apa pun dan justru menghilangkan banyak hal. Sebelum keputusan ini, sepak bola memiliki karakteristik tertentu.
Sekarang sepak bola memiliki karakteristik yang berbeda," kata Bielsa.
"Teknologi seperti VAR tentu kami dukung dan kami hargai karena memberikan lebih banyak peluang untuk membuat keputusan yang tepat," tambahnya.
Fokus Uruguay Hadapi Cape Verde
Di luar polemik regulasi tersebut, Bielsa kini mengalihkan fokus untuk memimpin skuad Uruguay menghadapi Cape Verde pada laga kedua Grup H, Senin (22/6/2026) pagi WIB.
Persaingan di Grup H terbilang sangat ketat karena seluruh tim saat ini mengantongi poin yang sama, yaitu satu poin dari laga perdana.