Pakistan kembali berperan sebagai mediator dalam perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Pertemuan lanjutan digelar di Burgenstock, Swiss, pada Minggu (21/6/2026).
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal Asim Munir telah berangkat menuju Swiss. Qatar juga diperkirakan turut serta dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.
>>> Trump Akui Sepakati Damai dengan Iran demi Cegah Krisis Ekonomi
Kementerian Luar Negeri Pakistan melalui pernyataan resmi di media sosial X menyatakan, "Pakistan akan terus mendukung dan memajukan implementasi kesepahaman yang dicapai antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat."
Fokus Pembahasan: Nuklir Iran dan Gencatan Senjata Lebanon
Dari pihak AS, Wakil Presiden JD Vance mengonfirmasi kehadirannya di Swiss.
Ia menyebut agenda utama adalah penyelesaian perang di Timur Tengah, termasuk program nuklir Iran dan gencatan senjata di Lebanon.
>>> Nama SISKS Paku Buwono XIV Resmi Didaftarkan ke HAKI
"Saya pikir kita mudah-mudahan akan membuat kemajuan dalam masalah nuklir, membuat kemajuan dalam masalah gencatan senjata Lebanon.
Itu adalah dua hal besar yang menurut saya harus kita fokuskan," ujar Vance kepada wartawan sebelum bertolak dari Pangkalan Gabungan Andrews, AS, seperti dilansir AFP.
Delegasi Iran juga telah berangkat menuju lokasi pertemuan. Mereka mendesak komitmen AS terkait perdamaian di kawasan, berdasarkan laporan kantor berita resmi IRNA.
>>> OJK Jadikan Hasil Tinjauan MSCI 2026 sebagai Masukan untuk Pasar Modal
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan misi tim negosiator adalah "menindaklanjuti dan menuntut implementasi komitmen pihak lain."