Ia mendorong kolaborasi erat antara pemerintah dan platform, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi otomatis.
Selain memperkuat deteksi, platform perlu mempercepat penghapusan komentar dan penonaktifan akun promotor judi online. Kanal pelaporan juga harus lebih responsif agar pengguna tahu laporannya ditindaklanjuti.
Pratama juga mengingatkan pemilik akun besar seperti influencer, selebgram, dan brand untuk memanfaatkan fitur filter kata kunci.
Hampir semua media sosial memiliki fitur untuk menyembunyikan komentar yang mengandung kata seperti "slot", "gacor", "maxwin", atau "scatter".
"Pemilik akun besar sebenarnya punya kendali. Filter kata kunci sudah disediakan platform, tinggal digunakan.
Kalau masih ada spam judol di kolom komentar mereka, artinya fitur itu belum dimanfaatkan secara optimal," ungkapnya.
Masyarakat juga diminta tidak membuka tautan dari kolom komentar dan segera melaporkan akun promotor judi online.
Membalas komentar spam justru meningkatkan interaksi sehingga algoritma berpotensi menyebarkan komentar ke lebih banyak pengguna.
Pratama menegaskan pemberantasan spam judi online tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
>>> Jordan Henderson Cedera Serius Saat Perayaan Kemenangan Inggris
Regulator, platform digital, pemilik akun, dan masyarakat harus bergerak bersama agar ruang digital Indonesia tidak terus dimanfaatkan sebagai sarana promosi perjudian ilegal.
