⌂ Beranda News Pakar ITB: Lelang 700 MHz dan 2,6 GHz Tentukan Masa Depan Internet RI

Pakar ITB: Lelang 700 MHz dan 2,6 GHz Tentukan Masa Depan Internet RI

Pakar ITB: Lelang 700 MHz dan 2,6 GHz Tentukan Masa Depan Internet RI
Ilustrasi: Pakar ITB: Lelang 700 MHz dan 2,6 GHz Tentukan Masa Depan Internet RI
A A Ukuran Teks16px

Lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang tengah berlangsung dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan internet seluler di Indonesia.

Proses seleksi tidak boleh hanya berorientasi pada penentuan pemenang, melainkan harus memastikan spektrum dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

>>> 8 Tim Berebut Tiket Semifinal Piala Dunia 2026

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia STEI ITB, Ian Josef Matheus Edward.

Menurut Ian, operator yang layak memenangkan seleksi adalah mereka yang mampu memberikan manfaat paling besar melalui pemerataan pembangunan jaringan dan penyediaan layanan generasi terbaru secara adil.

"Menurut saya, pemenang adalah operator yang mampu memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat, yaitu yang telah melakukan pembangunan layanan seluler secara merata dan mampu menghadirkan layanan 5G maupun teknologi berikutnya secara adil di seluruh Indonesia," ujar Ian.

Ia menjelaskan bahwa kedua pita frekuensi memiliki fungsi yang saling melengkapi.

Frekuensi 700 MHz berperan memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah-daerah yang selama ini masih minim sinyal, sedangkan pita 2,6 GHz menjadi kunci untuk menghadirkan layanan 5G dengan kecepatan tinggi.

"Frekuensi 700 MHz sangat penting untuk cakupan yang luas, sementara 2,6 GHz dibutuhkan untuk menghadirkan layanan real 5G dengan kapasitas dan kecepatan yang lebih baik," ucapnya.

Ian menilai pemerintah juga perlu mempertimbangkan distribusi spektrum yang lebih merata kepada operator agar persaingan usaha tetap sehat.

Dengan demikian, seluruh operator memiliki kesempatan meningkatkan kualitas jaringan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Dalam hal ini, frekuensi tersebut bisa saja dibagi secara lebih merata kepada masing-masing operator agar persaingan usaha tetap sehat dan masyarakat memperoleh manfaat yang lebih besar," jelasnya.

>>> Taklukkan Mesir, Bukti Argentina Tak Cuma Lionel Messi

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM