⌂ Beranda News ARIKSA Desak Indonesia Segera Miliki Kebijakan Antariksa 2045

ARIKSA Desak Indonesia Segera Miliki Kebijakan Antariksa 2045

ARIKSA Desak Indonesia Segera Miliki Kebijakan Antariksa 2045
Ilustrasi: ARIKSA Desak Indonesia Segera Miliki Kebijakan Antariksa 2045
A A Ukuran Teks16px

Ketua Umum Asosiasi Antariksa Indonesia (ARIKSA), Adi Rahman Adiwoso, mendesak Indonesia segera memiliki Space Policy 2045 sebagai arah pembangunan sektor antariksa nasional.

Tanpa kebijakan yang jelas, Indonesia dikhawatirkan hanya menjadi pengguna teknologi luar angkasa, bukan pemain dalam industri antariksa yang kini berkembang pesat di berbagai negara.

>>> Pakar ITB: Lelang 700 MHz dan 2,6 GHz Tentukan Masa Depan Internet RI

"Kita perlu kebijakan, kita perlu Space Policy 2045.

Indonesia harus memiliki infrastruktur regulasi yang mendukung kemandirian sehingga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen teknologi antariksa," ujarnya dalam peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Adi, perkembangan teknologi antariksa saat ini telah berubah drastis.

Jika dahulu ruang angkasa identik dengan proyek pemerintah, kini banyak negara justru mendorong perusahaan swasta, perguruan tinggi, dan lembaga riset menjadi motor utama inovasi.

Dalam 50 tahun ke depan, antariksa akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan posisi suatu negara.

Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, India, Jepang, hingga Singapura telah berlomba membangun ekosistem antariksa melalui dukungan kebijakan, investasi, serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi.

Ia mencontohkan Jepang yang mengalokasikan USD 6,7 miliar melalui Space Strategy Fund selama 10 tahun, sementara Singapura baru saja membentuk badan antariksa nasional dan menyiapkan investasi sekitar SGD 200 juta untuk pengembangan sektor tersebut.

"Kita sedang memasuki era ketika space sovereignty (kedaulatan antariksa) menjadi salah satu strategi penting sebuah negara," katanya.

Menurut Adi, pembangunan sektor antariksa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Indonesia perlu mendorong lahirnya startup, perusahaan swasta, hingga talenta muda yang mampu mengembangkan teknologi antariksa.

Ia menilai kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pemerintah menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di sektor ini.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM