>>> Rian Ardianto Tak Gentar Gonta-ganti Partner, Fokus Kejar Ranking
Pabrik ini ditargetkan mampu mendukung kapasitas komputasi orbital sekitar 1 Gigawatt per tahun pada akhir 2027.
Konstelasi Starlink diproyeksikan akan terus membengkak.
SpaceX berencana meluncurkan hingga 42.000 satelit ke orbit rendah Bumi (LEO) dan telah mendapat lampu hijau dari FCC untuk meluncurkan 7.500 satelit generasi kedua tambahan.
Ancaman Lingkungan dan Regulasi yang Longgar
Di balik pencapaian teknologinya, laju pembuangan satelit SpaceX mulai memicu kekhawatiran serius.
Meskipun SpaceX mengklaim bahwa satelitnya hancur sepenuhnya tanpa meninggalkan puing antariksa, para peneliti menyalakan alarm tanda bahaya mengenai dampak pembakaran material logam berat secara berulang-ulang terhadap komposisi atmosfer Bumi.
Tuntutan untuk melakukan studi lingkungan yang lebih mendalam serta penerapan regulasi yang lebih ketat pun kian menguat.
Namun, hingga saat ini, industri satelit masih menikmati keistimewaan berupa pembebasan dari tinjauan lingkungan.
FCC menghindari penerapan syarat tersebut dengan dalih tidak ingin menghambat perkembangan industri luar angkasa AS.
FCC saat ini justru tengah mempertimbangkan proposal untuk mengecualikan operasi berbasis ruang angkasa dari tinjauan Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional.
>>> Mo Salah Tenangkan Skuad Mesir Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
FCC berargumen bahwa aktivitas orbit tersebut merupakan kegiatan ekstrateritorial yang dampaknya berada sepenuhnya di luar yurisdiksi Amerika Serikat.
