Kombinasi keduanya menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan 4G dan percepatan implementasi 5G di Indonesia.
Meski demikian, Opensignal mengingatkan bahwa tambahan spektrum tidak otomatis membuat kualitas internet meningkat dalam waktu singkat.
Spektrum hanyalah salah satu komponen dalam pembangunan jaringan seluler. Ujian sebenarnya akan datang dalam 12 bulan ke depan setelah pasca lelang.
Operator seluler harus melakukan serangkaian investasi lanjutan, mulai dari pembangunan BTS baru, modernisasi perangkat radio, penambahan kapasitas backhaul berbasis serat optik, hingga optimalisasi jaringan.
Dengan begitu, spektrum yang baru diperoleh dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Manfaat lelang frekuensi baru akan dirasakan masyarakat secara bertahap seiring implementasi jaringan oleh masing-masing operator. Namun, untuk langkah awal akan menyelesaikan persoalan Indonesia.
"Kedua pita frekuensi tersebut mengatasi kedua ujung tantangan cakupan dan kapasitas," tulis Opensignal.
Sebelumnya, Komdigi telah menyelesaikan lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz seiring dengan berakhirnya masa sanggah.
Di seleksi spektrum 700 MHz, XLSmart menguasai paling tinggi 30 MHz, diikuti Telkomsel 20 MHz dan Indosat 20 MHz.
Sedangkan di seleksi 2,6 GHz dikuasai Telkomsel dengan 80 MHz, Indosat 60 MHz, dan XLSmart 50 MHz.
>>> Migingo, Pulau Mini di Danau Victoria yang Dihuni Ribuan Orang
Setelah ditetapkan secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Digital, para pemenang akan melanjutkan proses pemanfaatan spektrum sesuai ketentuan yang berlaku.
