Para ilmuwan mempertanyakan kemampuan laut buatan untuk meningkatkan curah hujan, bahkan ada yang memperingatkan potensi berubahnya kawasan menjadi rawa yang menjadi sarang penyakit.
Hasil survei lanjutan pemerintah Prancis menunjukkan sebagian area yang hendak digenangi tidak sepenuhnya berada di bawah permukaan laut, membuat pembangunan kanal lebih rumit dan mahal.
Tanpa kepastian manfaat yang dijanjikan, pemerintah akhirnya menolak pendanaan dan proyek tersebut dihentikan.
Gagasan Laut Sahara sempat muncul kembali sekitar 1910 melalui usulan profesor Prancis Etchegoyen, yang berpendapat laut buatan dapat mendukung pembangunan wilayah koloni Prancis di Afrika Utara.
Namun, untuk kedua kalinya, pemerintah memilih tidak melanjutkan proyek tersebut.
Meskipun tidak pernah dibangun, konsep Laut Sahara menjadi salah satu contoh terkenal dalam sejarah geoengineering, menginspirasi proyek ambisius lain di abad ke-20.
>>> Jersey Baru Bali United: Filosofi Barong dan Hanoman dalam Desain
Rencana mengubah Sahara menjadi laut kini hanya tinggal catatan sejarah, namun menunjukkan imajinasi manusia dalam mengubah bentang alam Bumi jauh sebelum isu perubahan iklim menjadi perhatian global.
