⌂ Beranda News Bisnis Seluler Bergairah, Laba Telkom Tembus Rp10,6 Triliun di Semester I 2026

Bisnis Seluler Bergairah, Laba Telkom Tembus Rp10,6 Triliun di Semester I 2026

Bisnis Seluler Bergairah, Laba Telkom Tembus Rp10,6 Triliun di Semester I 2026
Ilustrasi: Bisnis Seluler Bergairah, Laba Telkom Tembus Rp10,6 Triliun di Semester I 2026
A A Ukuran Teks16px

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat laba bersih sebesar Rp10,6 triliun pada semester I 2026.

Angka ini menunjukkan kenaikan 1,4% secara tahunan (year on year/YoY).

>>> Khabib Nurmagomedov 'Rebut' Sabuk Juara dari Jake Paul di PFL

Kinerja positif ini ditopang oleh pemulihan bisnis seluler yang mendorong pertumbuhan pendapatan dari layanan digital dan peningkatan konsumsi data.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% YoY.

EBITDA juga meningkat 3,8% menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4%.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyatakan capaian ini merupakan hasil dari implementasi strategi transformasi TLKM 30 yang terus dijalankan.

Kontributor utama pertumbuhan berasal dari bisnis B2C melalui Telkomsel, yang membukukan pendapatan Rp55,6 triliun, naik 3,3% YoY.

Pendapatan bisnis digital data tumbuh 11% seiring pulihnya industri mobile.

Pemulihan ini tercermin dari kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) mobile sebesar 9% menjadi Rp45.600.

>>> Empat Kandidat Potensial Pengganti Gianni Infantino di FIFA

Peningkatan ini didorong oleh konsumsi data yang meningkat selama libur sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia.

Di sisi lain, Telkom terus memperkuat bisnis infrastruktur digital.

Pendapatan segmen B2B Infrastructure naik 19% menjadi Rp33,1 triliun, didukung pertumbuhan layanan data, internet, dan IT Service.

Perseroan juga memperkuat bisnis data center melalui NeutraDC untuk menangkap tingginya permintaan infrastruktur digital seiring berkembangnya teknologi AI.

Sepanjang semester I 2026, Telkom merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp10,8 triliun. Lebih dari 96% dialokasikan untuk pengembangan bisnis B2C, infrastruktur digital, dan bisnis internasional.

Dian menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang dibangun hari ini.

>>> Zelenskyy Minta Trump Bujuk Elon Musk untuk Perluas Penggunaan Starlink

Telkom akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM