Wahana penjelajah Curiosity milik NASA telah menemukan hamparan luas permukaan tanah berpola misterius di Mars. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa kawasan tersebut pernah dialiri air miliaran tahun lalu.
Penemuan ini terjadi saat Curiosity menjelajahi lereng Gunung Sharp, sebuah gunung setinggi 5 kilometer di pusat Kawah Gale.
>>> Apa Itu Kimpul? Umbi Lokal yang Viral di Media Sosial
Para ilmuwan meyakini area kaki gunung itu dulunya adalah dasar danau atau sungai.
Hamparan 'Lautan Poligon'
Pada 19 dan 20 Juni lalu, Curiosity mengabadikan panorama 360 derajat di lembah yang dijuluki 'Valle Grande'. Gambar tersebut memperlihatkan pola tanah mirip sarang lebah yang sangat luas.
Gambar spektakuler ini merupakan gabungan dari 340 foto individual yang dikirim ke Bumi.
Meski bukan pertama kalinya Curiosity mendeteksi rekahan poligonal, belum pernah ada pola sebanyak ini di satu lokasi.
Ashwin Vasavada, ilmuwan proyek Curiosity, mengaku takjub dengan pemandangan tersebut. "Kami telah melihat banyak lanskap menakjubkan, tetapi hamparan lautan poligon ini benar-benar membuat kami takjub," ujarnya.
Timnya kini mengukur bentuk dan susunan kimia poligon-poligon itu. Mereka berharap data tersebut bisa mengungkap bagaimana fitur-fitur ini terbentuk.
Jejak Lumpur Purba dan Teori Pembentukannya
Setiap rekahan poligonal memiliki lebar sekitar 4 hingga 8 sentimeter. Pola tersebut menyebar luas dan mengelilingi sebuah bukit kecil bernama 'Miraflores' yang tingginya 6 meter.
>>> Sempat Didekati MU, Ini Alasan Mateus Fernandes Pilih Tottenham
Sebelumnya, Curiosity pernah menemukan poligon dalam skala lebih kecil. Menurut NASA, sebagian di antaranya tampak seperti retakan lumpur kuno yang bisa terbentuk melalui berbagai proses.
Salah satu teori menyebutkan siklus perubahan suhu ekstrem menyebabkan endapan lumpur mengembang, menyusut, dan retak.
Teori lain menyebut proses pemadatan saat permukaan terkubur material lain memeras air keluar dari sedimen.
Mengungkap Potensi Kehidupan Purba
Sejak mendarat di Mars pada 5 Agustus 2012, Curiosity telah banyak mengungkap petunjuk sejarah perairan kuno di Planet Merah.
Awal tahun ini, wahana itu mendeteksi lebih dari 20 molekul organik di batuan pasir Mars.
Molekul-molekul tersebut diyakini sebagai material pendahulu RNA dan DNA.
Meski belum pasti berasal dari proses biologis atau geologis, keberadaannya mendukung gagasan bahwa Mars pernah memiliki kondisi kimia yang tepat untuk kehidupan.
>>> Merayakan Olahraga Lari untuk Semua Kalangan
Analisis lebih lanjut terhadap struktur kimia area poligon di Valle Grande diharapkan memberi informasi lebih lengkap tentang sisa air purba dan riwayat kelayakan huni Mars.
