Kabar duka menyelimuti misi kemanusiaan penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur setelah seorang relawan dilaporkan meninggal dunia.
Ahmad Zaki Ali yang merupakan pendiri Yayasan Gerak Bareng gugur saat bertugas membantu para warga terdampak bencana.
>>> Fajar/Fikri Ungkap Alasan Gagal Melaju Usai Tersingkir di Perempatfinal
Kronologi Kepergian Ahmad Zaki
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 14.00 Wita ketika ia bersama rekan-rekannya berangkat dari Posko Relawan Gerak Bareng di Masjid Nurul Huda, Kampung Reo, Kabupaten Manggarai.
Dalam perjalanan menyalurkan bantuan menuju kawasan Dampek, Zaki meminta rekan-rekannya untuk membantu melepaskan jaket dan helm yang dikenakannya.
Ia kemudian tidak sadarkan diri dan segera dilarikan menuju posko medis terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
>>> Respons Sanksi Disiplin FIFA, Argentina Mantap Ajukan Proses Banding
Pihak kepolisian setempat memastikan bahwa relawan yang berasal dari Jakarta itu meninggal dunia karena mengalami serangan jantung.
Jenazah kemudian dibawa kembali ke Masjid Nurul Huda di Reo sekitar pukul 17.20 Wita dan direncanakan untuk segera dipulangkan ke Jakarta.
>>> Operasional lift tebing Yunnan ubah rute tempuh sekolah jadi 30 menit
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi rekan sesama relawan serta warganet di media sosial yang memanjatkan doa.

