Tiga prototipe rumah tahan gempa buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional di Manggarai Barat, NTT, diuji langsung oleh gempa berkekuatan M7,7.
Peristiwa gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut membuktikan ketahanan struktur bangunan yang berada di Dusun Rangko.
>>> Eks Pelatih Panjat Tebing Jadi Tersangka Kasus Asusila, Menpora Tegaskan Komitmen Negara
Hasil Uji Lapangan Pascagempa
Pemeriksaan setelah gempa menunjukkan ketiga rumah modular itu tidak mengalami kerusakan struktural pada dinding, kolom, maupun fondasinya.
Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat kosmetik, seperti sebagian keramik kamar mandi yang terlepas akibat guncangan keras.
Kinerja tersebut mendorong BRIN mengusulkan teknologi rumah modular ini sebagai model rehabilitasi hunian di wilayah rawan bencana.
>>> Christos Tzolis Dinilai Punya Gaya Main Mirip Alexis Sanchez di Arsenal
Teknologi Peredam Guncangan
Rumah tahan gempa ini menggunakan sistem bantalan karet tahan gempa atau rubber seismic bearing untuk meredam guncangan.
Komponen elastis tersebut bekerja dengan memisahkan respons struktur bagian atas dari gerakan tanah di bagian bawah bangunan.
>>> Potongan Harga AC Split 1 PK Polytron Saat Transmart Full Day Sale
BRIN berencana melakukan pengujian lanjutan menggunakan uji siklik di laboratorium untuk memperoleh validasi teknis yang lebih mendalam.