Pengadilan terhadap Meta di California menjadi penentu nasib penting bagi perubahan pada platform Facebook dan Instagram.
Sidang pembuka mempertemukan Jaksa Agung California, Rob Bonta, melawan Meta atas tuduhan mendorong perilaku kecanduan remaja.
>>> Pedro Acosta Sengaja Jauhi Rival Demi Bebas Salip Lawan di MotoGP
Persidangan ini melibatkan koalisi 29 jaksa agung negara bagian dalam kasus gabungan yang diajukan sejak tahun 2023.
Ancaman Perubahan Signifikan pada Media Sosial
Jika Meta kalah dalam persidangan ini, tampilan serta fitur Instagram dan Facebook mungkin akan berubah besar.
Pejabat pemerintah di Amerika Serikat mendesak Meta dimintai pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hukum perlindungan konsumen.
Pakar industri menyamakan momen ini dengan kasus Big Tobacco pada tahun 1990-an yang memaksa perusahaan membayar miliaran dolar.
Meta menyatakan menghadapi ancaman denda triliunan dolar serta kerusakan besar pada model periklanan perusahaan.
>>> Ruben Amorim Bawa AC Milan Atasi Torino Lewat Perubahan Taktik
Negara-negara bagian menuntut pengadilan memaksa Meta menghapus fitur desain adiktif di kedua platform tersebut.
Fitur yang disorot meliputi pengguliran tanpa batas, video terputar otomatis, Instagram Stories, hingga feed berbasis algoritma.
Wakil Jaksa Agung California, Megan O'Neill, menyebut Meta lebih mementingkan keuntungan daripada keselamatan pengguna di bawah 13 tahun.
Analis Forrester, Kate Winick, menilai putusan ini akan menetapkan preseden besar bagi masa depan industri media sosial.
Jaksa Agung Rob Bonta menyebut Meta sebagai pihak pertama dalam antrean gugatan terhadap perusahaan media sosial.
>>> Fokus Proyek Lain Bikin Jadwal Rilis Horizon 3 Diundur Lama
Gugatan serupa yang tertunda juga mengincar platform lain seperti YouTube dan Snap di Amerika Serikat.
