Bencana banjir bandang yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada hari Rabu lalu mengungkap ketidakstabilan ekstrem di pegunungan tinggi Himalaya.
Analisis dari data satelit serta seismik menunjukkan bahwa peristiwa tersebut berasal dari runtuhnya sebagian material gletser dan batuan di Gunung Langtang Lirung.
>>> Marco Bezzecchi Tercepat di Practice MotoGP Aragon 2026 Atasi Duo Marquez
Material berupa es, batu, lumpur, serta air meluncur deras ke sungai dan memicu banjir besar di wilayah hilir.
Kejadian ini sempat dikira sebagai gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 oleh alat pemantau.
Namun, US Geological Survey menyimpulkan bahwa energi seismik tersebut sebenarnya tercipta dari getaran longsoran material gletser dengan skala setara magnitudo 5,2.
Dampak Pemanasan Global pada Kestabilan Lereng Gunung
Kalangan ilmuwan memberikan peringatan bahwa pemanasan global mengubah kondisi fisik pegunungan secara signifikan.
Lapisan permafrost dan gletser selama ini berfungsi sebagai perekat alami yang menjaga kestabilan batuan lereng gunung.
Ketika suhu udara meningkat, es yang mengisi celah batuan mencair dan membuat struktur batuan menjadi lebih mudah bergerak.
>>> Semangat Yamal Terus Diberikan Rodri Usai Barcelona Kalahkan Bilbao
Dr Richard Waller dari Keele University menjelaskan bahwa pegunungan tinggi dapat dianalogikan sebagai batuan retak yang direkatkan oleh es.
Pencairan pada sambungan batuan yang dipenuhi es memicu potensi keruntuhan berskala masif.
Sebelum insiden terjadi, suhu tanah di sekitar lokasi tercatat mencapai titik tertinggi dalam kurun waktu dua tahun.
Suhu tinggi tersebut memperlemah lapisan salju serta mencairkan ikatan es yang menopang stabilitas gletser.
Meskipun demikian, para ahli tetap berhati-hati dalam menyatakan perubahan iklim sebagai satu-satunya penyebab tunggal.
Kondisi monsun yang membuat tanah jenuh air serta membesarnya aliran sungai turut memperparah situasi.
>>> Teknologi Garmin Siap Kawal Perjuangan Timnas Esports Rebut Emas
Ancaman lanjutan juga mengintai karena penyusutan gletser dapat membentuk danau baru yang berisiko memicu banjir susulan.