⌂ Beranda News Kasus Serangan HP di Indonesia Tembus 15 Ribu Akibat Hacker AI
News

Kasus Serangan HP di Indonesia Tembus 15 Ribu Akibat Hacker AI

Ilustrasi ancaman siber dan keamanan ponsel
Kasus Serangan HP di Indonesia Tembus 15 Ribu Akibat Hacker AI
A A Ukuran Teks16px

Penjahat siber kini makin agresif dan spesifik dalam menargetkan pengguna ponsel di kawasan Asia-Pasifik.

Laporan terbaru Kaspersky pada kuartal pertama 2026 mengungkap bahwa intensitas serangan terhadap setiap individu melonjak tajam.

>>> Persib Bandung Jalani Tiga Laga Tandang Beruntun, Igor Tolic Pasrah Hadapi Jadwal Padat

Data menunjukkan rata-rata deteksi ancaman seluler per pengguna naik 49% secara tahunan dari 4,9 menjadi 7,3 serangan.

Indonesia dan India menduduki posisi puncak sebagai negara dengan volume serangan terbanyak di kawasan tersebut.

Indonesia tercatat mencetak 15.163 deteksi ancaman, sementara India mencatat 18.187 deteksi.

Sementara itu, Thailand mencatat lonjakan konsentrasi serangan tertinggi di Asia Tenggara pada periode yang sama.

Rasio deteksi di Thailand meroket tajam dari 3,0 menjadi 11,9 per pengguna ponsel.

Modus Operandi Berbasis AI dan Deepfake

Para peretas kini menyesuaikan kampanye serangan dengan perilaku lokal melalui SMS, media sosial, hingga aplikasi pesan instan.

Mereka kerap menggunakan akun kerabat korban yang telah diretas untuk menyebarkan tautan phishing.

>>> Daftar Enam Pemain yang Dilepas Chelsea pada Deadline Bursa

Teknik manipulasi ini kian mulus berkat adopsi teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Riset Kaspersky bertajuk The Great Messaging Heist menemukan bahwa 66% korban meyakini pelaku menggunakan AI untuk mengelabui mereka.

Modus ini mencakup penggunaan teks buatan AI sebesar 42%, kloning suara 31%, hingga manipulasi video deepfake 25%.

Para pelaku menyamar sebagai kontak tepercaya untuk mendesak korban agar segera mentransfer uang.

Lebih dari separuh kasus penipuan atau sekitar 52% berhasil menggasak uang atau data pribadi dalam waktu kurang dari 30 menit.

Beberapa perangkat bahkan bisa langsung terinfeksi malware persisten hanya dengan mengunjungi halaman web yang disusupi.

>>> Kelakuan Kocak Hewan Bikin Ngakak Tertangkap Kamera di Momen Pas

Pengguna diimbau untuk memverifikasi aplikasi secara ketat dan mengaktifkan autentikasi multi-faktor demi keamanan perangkat.

📰 Update Terbaru