⌂ Beranda News Kisah rumah viral Nepal selamat dari banjir berkat fondasi kuat
News

Kisah rumah viral Nepal selamat dari banjir berkat fondasi kuat

Rumah hijau di Nepal yang tetap kokoh berdiri di tengah genangan banjir
Kisah rumah viral Nepal selamat dari banjir berkat fondasi kuat
A A Ukuran Teks16px

Sebuah rumah berwarna hijau di wilayah Nuwakot, Nepal, mendadak viral di media sosial setelah berhasil bertahan dari terjangan air bah yang menghancurkan area sekitarnya.

Bangunan tersebut diketahui telah berdiri selama 40 tahun dan tetap kokoh di tengah kepungan arus deras yang menyapu kawasan tersebut.

Pemilik rumah bernama Prakash menceritakan momen menegangkan ketika permukaan air mulai naik dan keluarganya terjebak di bagian paling atas bangunan.

Keluarga itu sempat naik ke lantai empat yang menjadi tingkat tertinggi, namun air terus meninggi hingga mereka harus berpindah ke bagian yang lebih atas lagi.

Prakash mengaku sempat merasa hidup keluarganya akan segera berakhir sebelum akhirnya mereka berhasil selamat dari bencana tersebut.

Sementara itu, istri Prakash bernama Laxmi Pandey menyebutkan bahwa keluarganya baru mengetahui kedatangan banjir hanya lima menit sebelum air menerjang.

Ibu mertua Laxmi sempat menolak untuk meninggalkan rumah sebelum akhirnya banjir datang dengan cepat.

Laxmi juga mengungkapkan bahwa bangunan rumah mereka sebelumnya juga pernah bertahan dari terjangan gempa dahsyat di Nepal pada tahun 2015.

Rahasia Kekuatan Rumah Tua

Banyak netizen di media sosial mempertanyakan bagaimana struktur rumah hijau tersebut bisa tetap utuh di tengah bencana besar.

Prakash menjelaskan bahwa kunci ketahanan tersebut berasal dari kualitas material bangunan masa lalu yang dinilai jauh lebih kuat.

Selain itu, lokasi bangunan yang berada dekat sungai membuat keluarganya mengalokasikan biaya lebih besar untuk memperkuat bagian fondasi.

Para pakar menilai ketahanan rumah tersebut bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan gabungan berbagai elemen struktural.

Faktor tersebut meliputi penggunaan pilar beton bertulang, balok yang diperkuat batang baja, serta fondasi dalam yang tangguh.

Struktur kerangka yang saling terhubung membantu mendistribusikan dorongan arus banjir agar tidak membebani satu sisi dinding saja.

Posisi lokasi yang tidak berada persis di jalur utama arus sungai serta tumpukan lumpur awal turut meredam hantaman langsung air bah.

📰 Update Terbaru