Sebanyak 110 juta penduduk Indonesia tinggal di wilayah yang sudah terjangkau internet seluler namun belum menggunakan layanan tersebut.
GSMA menyebutkan bahwa keterjangkauan harga, tingkat keterampilan digital, serta faktor keamanan online menjadi hambatan utama masyarakat.
Direktur Spektrum GSMA Asia Pasifik Yishen Chan menyatakan bahwa ketersediaan cakupan jaringan bukan satu-satunya ukuran pemerataan akses.
Infrastruktur jaringan yang tersedia saat ini belum tentu langsung membuat masyarakat terhubung dan memanfaatkan layanan internet.
Indonesia sendiri tercatat memiliki cakupan jaringan 4G yang mampu menjangkau sekitar 98% dari total populasi.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara ketersediaan infrastruktur jaringan dan tingkat pemanfaatannya oleh publik.
Dalam industri telekomunikasi, fenomena tersebut dikenal sebagai usage gap atau kesenjangan penggunaan layanan digital.
Harga perangkat seluler serta paket data yang belum ramah kantong bagi seluruh lapisan masyarakat turut memperlambat adopsi internet.
Selain itu, sebagian warga masih menghadapi kendala kurangnya kepercayaan diri dalam memakai layanan digital secara produktif.
Kekhawatiran terhadap ancaman penipuan dan penyalahgunaan data pribadi juga membuat warga enggan memanfaatkan teknologi.