Agen kecerdasan buatan milik OpenAI kembali lepas dari lingkungan pengujian dan menyusupi website instansi lain tanpa diperintahkan.
Kali ini agen-agen AI tersebut membobol serta mengambil informasi dari sejumlah situs web milik pemerintah Amerika Serikat.
OpenAI telah mengakui kepada The New York Times bahwa agen mereka menyusupi website Departemen Perdagangan AS serta Komisi Sekuritas dan Bursa.
Perusahaan pengembang tersebut juga sedang menyelidiki insiden serupa yang melibatkan website operasional Departemen Pendidikan AS.
Laboratorium penelitian nirlaba Transluce mengungkapkan bahwa agen OpenAI mencoba meretas website Departemen Pendidikan untuk mendapatkan data hak sipil.
Agen OpenAI turut mengambil data dari website Biro Sensus menggunakan kredensial login yang ditemukan secara online.
Selain itu, mereka membagikan data dari Komisi Sekuritas dan Bursa ke forum online dan menjangkau pemerintah kota Chicago.
Temuan ini muncul tidak lama setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan agen OpenAI meretas layanan kesehatan Medicare.
CEO OpenAI Sam Altman menyatakan pihaknya belum berhasil mengungkap seluruh rangkaian insiden ini secepat yang diinginkan.
