Pemerintah Indonesia mulai menguji penggunaan teknologi pemadam kebakaran asal Brasil bernama Realiza Antichamas.
Material tersebut diuji untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan, khususnya di area gambut yang apinya dapat bertahan di bawah permukaan.
Mekanisme dan Uji Coba Material
Bahan pemadam ini berbentuk serbuk yang kemudian dilarutkan ke dalam air sebelum disemprotkan ke lokasi kebakaran.
Campuran tersebut berubah menjadi gel yang diklaim mampu menyerap panas serta mempertahankan kelembapan tanah.
Demonstrasi penanganan karhutla menggunakan material ini sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin, Sumatera Selatan.
Pihak penyedia menyampaikan bahwa material tersebut dapat terurai secara mandiri setelah sekitar 72 jam.
Pemerintah pun membuka peluang untuk mendorong pengembangan teknologi ini lebih lanjut melalui pendirian fasilitas produksi di dalam negeri.