⌂ Beranda › News › Data Pemesanan Cathay Pacific Bocor Akibat Akses Ilegal Sistem Reservasi
News

Data Pemesanan Cathay Pacific Bocor Akibat Akses Ilegal Sistem Reservasi

Ilustrasi keamanan siber dan penerbangan
Insiden Kebocoran Data 5,7 Juta Akun, Fore Coffee Minta Pengguna Ubah PIN Pexels
A A Ukuran Teks16px

Maskapai Cathay Pacific mengalami kebocoran data yang memengaruhi sekitar 53.000 pemesanan tiket penerbangan.

Informasi yang terekspos dalam insiden ini mencakup nama penumpang, kode pemesanan, serta detail penerbangan.

Akses Tidak Sah ke Sistem Amadeus IT Group

Masalah keamanan ini bukan akibat peretasan langsung terhadap sistem utama Cathay Pacific.

Pelaku menggunakan kredensial login yang terhubung dengan akun Amadeus IT Group, penyedia layanan reservasi asal Spanyol.

Cathay Pacific pertama kali menerima informasi dari pihak Amadeus pada 28 Oktober 2026.

Data yang terdampak berasal dari periode pemesanan antara Agustus 2023 hingga September 2026.

Sebagian kecil kasus juga melibatkan potensi tereksposnya alamat email, nomor telepon, dokumen perjalanan, serta nomor frequent flyer.

Namun, pihak maskapai menegaskan belum menemukan indikasi bahwa informasi keuangan dan data pembayaran pelanggan ikut terakses.

Sistem operasional internal maskapai asal Hong Kong tersebut dipastikan tetap berjalan normal.

Dampak ke Maskapai Internasional Lain

Insiden pada sistem Amadeus ini ternyata juga menimpa sejumlah maskapai penerbangan global lainnya.

Japan Airlines melaporkan sekitar 92.000 pelanggannya ikut terdampak oleh kebocoran data tersebut.

Maskapai lain yang turut mengalami kejadian serupa meliputi All Nippon Airways, Korean Air, Asiana Airlines, dan Condor.

Amadeus telah mengambil langkah pengamanan dengan mereset kata sandi dan memperketat pemantauan aktivitas.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai keterlibatan penumpang asal Indonesia dalam insiden kebocoran data ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru