Saham Intel mengalami kejatuhan parah sebesar 29% pada perdagangan hari Jumat waktu setempat.
Kondisi tersebut menandai hari terburuk bagi produsen chip tersebut sejak dekade 1970-an.
Situasi ini memberikan pukulan telak bagi pemerintahan AS yang memegang 10% kepemilikan saham perusahaan.
Nilai investasi pemerintah AS menyusut sekitar USD 12 miliar atau setara Rp 218 triliun dalam satu hari.
Penurunan tajam terjadi karena perusahaan merilis proyeksi kinerja yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
Faktor pemicu lainnya mencakup penutupan pabrik di Israel serta kelesuan yang masih berlangsung di pasar PC.
Analis di D. A.
Davidson lantas menurunkan peringkat saham Intel dari kategori beli menjadi netral.
