⌂ Beranda › News › Pemilu AS Tolak Elon Musk Meski Sudah Gelontorkan Rp 8,5 Triliun
News

Pemilu AS Tolak Elon Musk Meski Sudah Gelontorkan Rp 8,5 Triliun

Ilustrasi Elon Musk dalam pemilu sela Amerika Serikat
Elon Musk Jadi Donatur Terbesar dalam Sejarah Politik Modern Amerika Pexels
A A Ukuran Teks16px

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat memunculkan gelombang penolakan terhadap pengaruh Elon Musk serta industri kecerdasan buatan.

Musk menggelontorkan donasi sekurang-kurangnya USD 474 juta atau setara Rp 8,5 triliun untuk kontestasi ini dengan alokasi besar di Texas.

Namun, para kandidat dukungannya harus mengakui keunggulan lawan dari Partai Demokrat dalam pertarungan tersebut.

Dampak Pasar dan Tantangan Kebijakan

Hasil pemilu ini langsung mengguncang pasar keuangan dan membuat saham Tesla serta SpaceX mengalami penurunan tajam.

Para pemilih di berbagai wilayah menunjukkan perlawanan terhadap kekuasaan perusahaan teknologi besar serta mendukung pembatasan data center.

Senator terpilih Demokrat, James Talarico, menegaskan perlunya mengeluarkan dana besar dari politik agar miliarder tidak bisa membeli pemilu.

Texas sendiri merupakan pusat operasional penting bagi kerajaan bisnis milik Musk yang mencakup fasilitas produksi kendaraan dan peluncuran roket.

Gubernur terpilih dari Partai Demokrat, Gina Hinojosa, mengusung kampanye yang menentang subsidi murah serta berencana memberlakukan moratorium data center baru.

Situasi politik baru di Kongres juga berpotensi memicu pengawasan ketat terhadap kontrak federal serta relasi perusahaan Musk dengan pemerintah.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru