Pasar jam tangan saat ini diramaikan oleh berbagai pilihan smartwatch yang semakin canggih.
Namun, G-Shock justru mengambil langkah berbeda dengan memperkenalkan seri analog 2500 yang mengusung desain klasik.
Mengembalikan Esensi Membaca Waktu
G-Shock meluncurkan model terbaru 2500 tanpa display digital demi mengutamakan kepraktisan.
Produk ini bertujuan menghidupkan kembali budaya membaca waktu di tengah gaya hidup serba cepat.
Kehadiran fitur jam detik pada seri ini memberikan posisi instan untuk mengetahui pergerakan waktu.
Kevin Tan selaku CSEA Timepiece Marketing Manager G-Shock menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Singapura.
Pihaknya ingin terus berevolusi untuk mengembalikan tradisi fundamental dalam membaca jam tangan.
Peran Jam Tangan dan Varian Seri 2500
Di tengah dominasi smartphone dan smartwatch, jam tangan kini berfungsi sebagai cara mengekspresikan individualitas.
Tomohiro Yuasa dari Global Timepiece R&D Planning G-Shock menjelaskan bahwa seri ini menawarkan ketangguhan serta desain yang dapat dipakai selayaknya busana.
Koleksi 2500 hadir dalam tiga varian berbeda bagi para penggunanya.
Varian pertama adalah GAC-2500 berbahan resin penuh yang mengutamakan fungsi serta fleksibilitas.
Pilihan berikutnya yaitu GMC-2500 dengan aksen logam untuk tampilan yang lebih premium.
Selain itu, tersedia pula GMC-2500D yang dilengkapi bracelet logam bergaya elegan.