Isu penyadapan di Indonesia sering kali dikaitkan dengan kehadiran perangkat lunak mata-mata digital bernama Pegasus buatan NSO Group.
Perbincangan publik semakin meningkat setelah muncul kasus dugaan penyadapan yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto.
Mitos Pertama Mengenai Kasus Terbaru
Dalam keterangan resmi Bareskrim Polri mengenai penetapan tersangka, tidak ada satu pun penyebutan nama Pegasus.
Kasus tersebut justru mengarah pada dugaan penyalahgunaan sistem Lawful Interception Management System yang beroperasi di jaringan operator telekomunikasi.
Jejak Infrastruktur Pengawasan Digital
Meskipun demikian, investigasi Amnesty International pada Mei 2024 sempat melacak rantai pasok teknologi pengawasan di Indonesia sejak 2017 hingga 2023.
Laporan tersebut menyoroti berbagai entitas teknologi siber global tanpa menyajikan bukti forensik konkret bahwa Pegasus telah menginfeksi ponsel individu tertentu.