>>> Presiden Senegal Pecat Perdana Menteri Imbas Krisis Utang
Ia berbicara dengan para penggerak di lapangan. Ia makan bersama Presiden Prabowo dan para siswa di SMPN 111 Jakarta.
Esoknya, ia berdiri di hadapan sekitar 12.000 penggerak Makan Bergizi Gratis dari seluruh Nusantara.
Saat melihat itu semua, Dirgayuza teringat kembali dinginnya malam Washington DC bulan Februari lalu. Sebuah percakapan yang akhirnya berubah menjadi tindakan nyata.
Sosok Tony Robbins
Banyak orang mengenal Tony Robbins sebagai motivator terbesar di dunia. Ada yang mengatakan tarif berbicaranya bisa mencapai miliaran rupiah per jam.
Ada yang mengenalnya sebagai penulis buku-buku best seller. Ada pula yang mengenalnya sebagai pelatih para CEO, atlet, dan pemimpin dunia.
Daftar orang yang pernah belajar atau mendapatkan coaching darinya pun luar biasa panjang.
Mulai dari Bill Clinton, Serena Williams, Andre Agassi, Hugh Jackman, hingga banyak CEO perusahaan global dan atlet kelas dunia.
Tetapi dari semua yang dipelajari Dirgayuza tentang Tony Robbins, ada tiga pelajaran yang paling membekas.
Pertama, manusia harus berenergi. Tony berkali-kali mengatakan bahwa kualitas hidup kita ditentukan oleh kualitas energi kita.
Kita harus menjaga tubuh. Kita harus berolahraga.
Kita harus makan dengan baik. Kita harus tidur dengan cukup.
Karena energi menentukan cara kita berpikir. Energi menentukan cara kita memimpin.
Energi menentukan cara kita melayani. Ketika energi turun, mimpi menjadi kecil.
Ketika energi naik, dunia terasa penuh kemungkinan.
Kedua, bermimpilah besar. Tony sering mengingatkan bahwa yang paling sering membatasi manusia bukanlah keadaan.
Bukan orang lain. Bukan nasib.
Melainkan ukuran mimpi yang ia pasang untuk dirinya sendiri. Jika mimpi kita kecil, hidup kita akan mengecil mengikuti mimpi itu.
Tetapi jika mimpi kita besar, perlahan-lahan kita akan tumbuh untuk mengejarnya.
