Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye resmi memberhentikan Perdana Menteri Ousmane Sonko pada Sabtu (13/6/2026).
Pemecatan ini dipicu perbedaan pandangan politik yang tajam mengenai strategi penanganan krisis utang negara.
>>> Maroko Tantang Brasil di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Langkah tersebut memicu kekhawatiran baru karena justru memperdalam gejolak politik domestik.
Perselisihan bermula ketika Presiden Faye mengumumkan rencananya pada akhir Mei lalu untuk memimpin langsung negosiasi dengan International Monetary Fund (IMF).
Sonko secara terbuka menentang kebijakan restrukturisasi utang yang diusulkan presiden.
Dominasi Parlemen oleh Partai Sonko
Kondisi politik semakin rumit setelah Sonko terpilih sebagai ketua parlemen pascapemecatan dirinya.
Partai besutan Sonko, PASTEF, mendominasi lembaga legislatif dengan menguasai 130 dari total 165 kursi DPR.
Dominasi ini berpotensi menghambat persetujuan keputusan eksekutif penting.
Sonko menegaskan bahwa partainya tidak akan mengambil bagian dalam agenda pemerintahan baru yang dibentuk oleh Presiden Faye.
>>> Pertamina Pasang PLTS di Kapal Angkut Minyak OB Patra 2303
Para analis memprediksi situasi tanpa kabinet yang lengkap akan mempersulit langkah pemerintah keluar dari kebuntuan ekonomi.
Utang Tersembunyi dan Dampaknya
Masalah keuangan Senegal membengkak setelah pemerintah baru menemukan catatan utang yang tidak dilaporkan oleh rezim sebelumnya pada September 2024.
Lembaga moneter internasional memperkirakan nilai utang tersembunyi tersebut sangat signifikan dan membebani anggaran negara.
Lembaga donor internasional merespons dengan membekukan program bantuan dana sebesar US$ 1,8 miliar untuk Senegal.
Pembekuan modal itu memicu aksi jual obligasi negara dan penurunan peringkat kredit nasional di pasar global.
Data resmi pemerintah menunjukkan total utang Senegal pada akhir 2024 mencapai 23,67 triliun franc CFA atau setara US$ 42,15 miliar.
Jumlah tersebut belum termasuk pinjaman perusahaan milik negara.
>>> Ana/Trias Melaju ke Final Australian Open 2026
Utang luar negeri Senegal telah mencapai 119% dari produk domestik bruto (PDB), dengan separuhnya berasal dari pemberi pinjaman multilateral.