Militer Amerika Serikat menembak jatuh sejumlah drone milik Iran yang dinilai mengancam kapal-kapal komersial di Selat Hormuz pada Sabtu (13/6) pagi waktu setempat.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan insiden tersebut melalui media sosial X. Pihak militer menyatakan adanya upaya penyerangan terhadap armada dagang yang melintas di kawasan selat.
"Pasukan AS telah menembak jatuh semuanya dalam beberapa jam terakhir seiring arus lalu lintas melalui selat tersebut terus berlanjut tanpa hambatan," kata CENTCOM.
Jalur Logistik Global Tetap Beroperasi
Pencegahan serangan udara ini dilakukan demi memastikan keamanan jalur logistik global. Pihak militer menegaskan bahwa jalur perairan strategis yang menjadi rute utama distribusi energi tersebut tetap beroperasi normal.
CENTCOM menambahkan bahwa selat tersebut—jalur perdagangan maritim utama untuk minyak dan gas dari Teluk—"tetap terbuka untuk transit," meskipun ada blokade yang diberlakukan Iran sejak awal perang.
Eskalasi terbaru di wilayah perairan tersebut terjadi hanya berselang beberapa jam setelah Washington dan Teheran mengumumkan adanya kemajuan dalam pembicaraan damai.
Jalur diplomasi yang dimediasi oleh Pakistan tersebut sempat diwarnai ketegangan militer serta ancaman dalam beberapa pekan terakhir.