Fokus utama dititikberatkan pada manajemen logistik makanan dan pemetaan pemukiman jemaah.
"Bapak Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti, termasuk bagaimana, makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih bagus lagi," ujarnya.
Arahan tersebut langsung direspon oleh jajaran kementerian sebagai target kerja baru.
Koordinasi intensif akan segera dilakukan untuk mengeksekusi penataan hotel di Arab Saudi.
"Kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi," lanjut Gus Irfan.
Dari sisi operasional Kementerian Haji, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen penuh kepala negara terhadap kenyamanan jemaah.
Dilansir dari cnnindonesia. com, kementerian telah menyiapkan puluhan poin evaluasi komprehensif.
"Jadi, beberapa ada sekitar 20 poin perbaikan yang kita lakukan dan itu nanti akan disampaikan kepada Bapak Presiden," ucap dia.
Di sisi lain, Tim Pengawas Haji DPR RI menyoroti keberhasilan pemangkasan waktu tunggu atau antrean haji nasional.
Ketua Timnas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi target Presiden yang berhasil menekan masa tunggu secara signifikan.
"Yang kedua, concern beliau yang kami sangat tadi apresiasi itu, ingin bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji nanti dan Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun," kata Cucun.
DPR RI juga mendorong agar pemerintah tidak cepat puas dengan capaian pengurangan durasi antrean saat ini.
Presiden Prabowo meminta dicarikan formulasi baru agar masyarakat bisa berangkat ke tanah suci tanpa perlu menunggu puluhan tahun.
"Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi seperti apa skemanya kalau misalkan antrean ini tidak panjang," tambahnya.
