Menutup laporannya kepada Kepala Negara, Cucun memuji integrasi sistem imigrasi nasional yang dinilai sukses menyaring pergerakan jemaah tanpa dokumen resmi.
Berdasarkan rilis kumparan.
com, kualitas hotel bintang lima kini juga sudah dapat dinikmati oleh jemaah haji reguler di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.
"Kemudian kami juga laporkan pengawasan kami terkait bagaimana di mekanisme keberangkatan. Imigrasi di kita sudah bagus sehingga bisa mengantisipasi jemaah-jemaah ilegal tidak bisa lolos.
Kemudian juga orang yang bisa menjalankan haji itu betul-betul bisa nyaman dari sejak keberangkatan," katanya.
Sinergi regulasi baru ini memastikan perlindungan penuh bagi hak-hak jemaah haji reguler Indonesia.
Peningkatan fasilitas tempat menginap di zona utama Madinah menjadi preseden positif bagi tata kelola haji di masa depan.
>>> BXSea Oceanarium Luncurkan Eksibisi Kuda Laut Perut Besar untuk Edukasi dan Konservasi
"Fasilitas layanan hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini, jemaah reguler, ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus, jemaah haji khusus itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima, tetapi ini jemaah reguler sekarang hampir 17.000 jemaah diinapkan di zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima," tandas dia.
