⌂ Beranda News Penjualan LCGC Nasional Turun 22,9%, Toyota Calya dan Agya Justru Tumbuh

Penjualan LCGC Nasional Turun 22,9%, Toyota Calya dan Agya Justru Tumbuh

Penjualan LCGC Nasional Turun 22,9%, Toyota Calya dan Agya Justru Tumbuh
Toyota Calya dan Agya
A A Ukuran Teks16px

Penjualan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) di pasar domestik mengalami penurunan signifikan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume penjualan segmen ini merosot 22,9 persen secara tahunan.

Data industri menunjukkan total penjualan LCGC hanya mencapai 46.055 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, angka tersebut mencapai 59.737 unit.

>>> Persijap Jepara Resmi Berpisah dengan Pelatih Kiper Yoo Jae-hoon

Meski pasar nasional menurun, PT Toyota Astra Motor (TAM) justru mencatat pertumbuhan positif pada lini LCGC mereka.

Penjualan Toyota Calya naik 12,5 persen, sementara Toyota Agya meningkat 2,3 persen.

Toyota Optimistis dengan Daya Tarik LCGC

Head of Public Relation & Motorsport TAM Philardi Sobari menjelaskan bahwa Toyota Agya dan Calya tetap menjadi solusi mobilitas yang sesuai bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini disampaikannya pada Jumat (19/6/2026).

>>> Ricky Nelson Resmi Latih Persis Solo, Target Kembali ke Super League

"Tidak hanya dari sisi produk yang efisien, mudah digunakan, dan memiliki biaya kepemilikan yang terjaga, tetapi juga karena didukung oleh program kepemilikan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen entry level," ujar Philardi.

Ia menambahkan bahwa layanan purna jual, resale value, serta jaringan Toyota yang luas di seluruh Indonesia turut mendukung pencapaian tersebut.

Perusahaan tetap optimistis tren penjualan segmen LCGC tidak akan kehilangan relevansi hingga akhir tahun ini.

Namun, perkembangannya akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, daya beli, suku bunga, dan kepercayaan konsumen domestik.

>>> Ragunan Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Jelang Libur Sekolah

"Segmen LCGC memiliki karakter konsumen yang sangat mempertimbangkan affordability, baik dari sisi harga kendaraan, besaran DP, cicilan bulanan, biaya operasional, biaya kepemilikan jangka panjang, hingga harga jual kembali," kata Philardi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru