⌂ Beranda News Ekonom: Kenaikan BI Rate Tahan Pertumbuhan Ekonomi 2026

Ekonom: Kenaikan BI Rate Tahan Pertumbuhan Ekonomi 2026

Ekonom: Kenaikan BI Rate Tahan Pertumbuhan Ekonomi 2026
Ilustrasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen diperkirakan akan menahan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026.

Meskipun kebijakan moneter diperketat, sejumlah ekonom menilai ekonomi nasional masih mampu tumbuh di kisaran 5 persen berkat topangan konsumsi domestik, belanja pemerintah, dan investasi.

>>> Prabowo Subianto Dukung Anggaran Multiyears Pelatnas Panjat Tebing

Penyesuaian ini juga menetapkan suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen.

Proyeksi Ekonom terhadap Dampak Kenaikan BI Rate

Chief Economist PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Myrdal Gunarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik melambat ke level 5,17 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,22 persen akibat pengetatan moneter.

"Prospek perekonomian Indonesia diperkirakan tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,17 persen pada tahun 2026 dan inflasi sebesar 3,09 persen," ujar Myrdal.

Myrdal menambahkan bahwa dampak kebijakan ini akan lebih terasa pada sektor perbankan, dengan pertumbuhan kredit yang diproyeksikan moderat di bawah 9 persen akibat kenaikan biaya dana dan bunga pinjaman.

Sementara itu, Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo memaparkan bahwa kenaikan BI Rate kumulatif sebesar 100 basis poin sepanjang semester I 2026 memicu peningkatan biaya dana dan penyesuaian bunga kredit.

"Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia belum mengarah pada perlambatan tajam, tetapi momentum pertumbuhannya cenderung lebih tertahan," kata Banjaran.

Banjaran mengingatkan adanya risiko konsumsi masyarakat dan investasi swasta yang tertekan apabila suku bunga tinggi bertahan lebih lama dan pelemahan nilai tukar rupiah terus berlanjut.

>>> Pramono Anung: Tumpukan Sampah di Kali Gendong Mulai Teratasi

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal sebelumnya juga menilai bahwa ruang bagi bank sentral untuk mengerek suku bunga acuan sudah semakin terbatas.

"Kalau dinaikkan lagi, pertimbangannya akan ada dampaknya terhadap pertumbuhan atau transmisi ke dalam bentuk penyaluran kredit ke sektor riil yang akan tertahan," ujar Faisal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru