Tantangan utama justru berasal dari potensi penundaan proyek eksplorasi berisiko tinggi apabila harga minyak terus melemah.
Oleh karena itu, strategi yang perlu diperkuat emiten jasa migas adalah meningkatkan utilisasi aset, efisiensi operasional, diversifikasi layanan bernilai tambah, serta penguatan kontrak jangka panjang.
Investasi penambahan peralatan dan fasilitas pengeboran tetap relevan, namun harus dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan visibilitas permintaan.
Emiten jasa migas yang berpotensi meraih kinerja positif di tengah tren harga minyak dunia yang melemah adalah perusahaan dengan basis pelanggan kuat, kontrak jangka panjang, utilisasi aset tinggi, struktur biaya efisien, dan eksposur lebih besar pada aktivitas produksi dan pemeliharaan.
Hal ini karena kebutuhan untuk menjaga produksi lapangan migas umumnya tetap berjalan, meski harga minyak mengalami koreksi.
Untuk sementara, investor disarankan untuk wait and see saham-saham jasa migas mengingat konsentrasi pasar sedang agak menurun dari sisi frekuensi dan nilai transaksi.
Saham ELSA tetap menjadi salah satu unggulan berkat dukungan kontrak dari Pertamina dan valuasi yang wajar.
Sebaliknya, RUIS dan APEX cenderung lebih rentan terhadap risiko perlambatan belanja modal KKKS.
>>> Kisah Deniz Undav: Dari Buruh Pabrik ke Puncak Top Skor Piala Dunia
Subsektor jasa migas masih menarik untuk horizon investasi 12 bulan jika harga minyak stabil di atas US$ 70 per barel.
