⌂ Beranda News Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, AC dan Kipas Angin Laris Manis

Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, AC dan Kipas Angin Laris Manis

Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, AC dan Kipas Angin Laris Manis
Ilustrasi: Gelombang Panas Ekstrem di Eropa, AC dan Kipas Angin Laris Manis
A A Ukuran Teks16px

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa tidak hanya memecahkan rekor suhu, tetapi juga mengubah kebiasaan masyarakat.

Permintaan berbagai perangkat pendingin seperti AC, kipas angin, hingga solusi pendingin pasif melonjak tajam di sejumlah negara.

>>> Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Rekor Adu Penalti Terhenti oleh Paraguay

Suhu di berbagai wilayah Eropa dilaporkan menembus 40 derajat Celsius. Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris menjadi negara yang paling terdampak.

Cuaca ekstrem ini mengganggu transportasi, membebani rumah sakit, dan membuat konsumsi listrik meningkat drastis.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar rumah di Eropa dirancang untuk mempertahankan suhu hangat saat musim dingin. Akibatnya, ketika gelombang panas datang, banyak bangunan kesulitan menjaga suhu ruangan tetap nyaman.

in2

Masyarakat pun mulai berburu berbagai solusi pendingin. Penjualan AC portabel, kipas angin, tirai penahan panas, dan pelapis jendela meningkat pesat.

Di sejumlah kota, pemerintah membuka cooling centers bagi warga yang rentan terhadap cuaca panas.

Produsen Elektronik Kebanjiran Pesanan

Lonjakan permintaan tersebut turut mengerek penjualan berbagai merek elektronik.

Samsung Electronics melaporkan penjualan AC di pasar utama seperti Italia, Spanyol, dan Prancis tumbuh dua digit pada paruh pertama tahun ini.

Perusahaan memperkirakan permintaan akan tetap tinggi seiring gelombang panas yang diprediksi berlangsung hingga puncak musim panas.

LG Electronics juga mengungkapkan lini produksi AC di Korea Selatan telah beroperasi dengan kapasitas penuh sejak April untuk memenuhi lonjakan permintaan dari pasar domestik maupun luar negeri.

Produsen asal China, Midea, mengatakan AC portabel PortaSplit miliknya laris hingga kehabisan stok di sejumlah saluran penjualan.

Bahkan di beberapa negara, harga unit bekas sempat melampaui harga produk baru karena tingginya permintaan.

Produsen Jepang, Mitsubishi Electric, turut mencatat kenaikan penjualan AC, terutama di Prancis, Spanyol, Inggris, dan Jerman.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru